Sekretaris Satgas PPA Soroti Kinerja PT PEMA, Minta Transparansi dan Perbaikan Tata Kelola
Banda Aceh – Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Aceh (PPA), Tri Nugroho Panggabean, menilai capaian dividen PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) kepada Pemerintah Aceh patut diapresiasi. Namun, menurutnya, besaran dividen tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan perusahaan daerah tersebut.
Tri mengatakan, masyarakat berhak memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi keuangan dan operasional PT PEMA agar dapat menilai kinerja perusahaan secara objektif.
"Dividen memang merupakan kontribusi nyata kepada daerah. Namun, publik juga perlu mengetahui bagaimana kondisi operasional perusahaan secara menyeluruh, apakah bisnisnya sehat, efisien, dan berkelanjutan," ujar Tri.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang tersedia dalam laporan hasil pemeriksaan dan laporan keuangan, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, mulai dari efisiensi biaya operasional hingga ketergantungan terhadap sektor migas sebagai penyumbang utama laba perusahaan.
Menurut Tri, pengembangan sektor usaha nonmigas juga perlu dievaluasi karena belum menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
"Ke depan, PT PEMA harus mampu membangun sumber pendapatan baru agar tidak terus bergantung pada sektor migas. Diversifikasi usaha harus menghasilkan nilai tambah, bukan sekadar menjadi proyek pengembangan," katanya.
Selain itu, Tri menilai transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap BUMD. Ia mendorong PT PEMA membuka informasi mengenai kontribusi masing-masing lini usaha, penggunaan anggaran operasional, serta hasil audit keuangan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
"Transparansi akan memperkuat kepercayaan masyarakat. Dengan keterbukaan, publik dapat melihat secara jelas dari mana laba perusahaan berasal dan bagaimana anggaran dikelola," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian biaya operasional agar perusahaan mampu meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing.
"Keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya diukur dari besarnya dividen yang dibagikan, tetapi juga dari kemampuan membangun bisnis yang sehat, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan," kata Tri.
Sebagai bentuk penguatan tata kelola, Tri merekomendasikan peningkatan efisiensi belanja operasional, optimalisasi sektor nonmigas, pelaksanaan audit independen secara berkala, serta penyampaian laporan kinerja setiap lini usaha kepada publik.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting agar PT PEMA dapat berkembang menjadi perusahaan daerah yang kuat, profesional, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Aceh.

Tidak ada komentar
Posting Komentar