Breaking News

Tim Gabungan Dinkes dan DLH Inspeksi SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Optimal

 


Lhokseumawe – Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama di kawasan Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Senin (15/6/2026).

Inspeksi ini dilakukan menyusul adanya laporan dan pemberitaan terkait bau tidak sedap yang diduga bersumber dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) fasilitas tersebut.

Dari hasil peninjauan langsung, tim menemukan bahwa sistem pengolahan limbah di SPPG tersebut belum beroperasi secara optimal dan belum memenuhi standar teknis lingkungan maupun kesehatan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau yang dikeluhkan masyarakat sekitar.

"Proses pengolahan di IPAL belum berjalan sebagaimana mestinya. Saat ini baru terdapat kolam endapan dan belum melalui tahapan pengolahan yang lengkap," ungkap tim saat melakukan inspeksi.

Akibat belum terpenuhinya persyaratan kelayakan yang ditetapkan, Dinkes hingga saat ini belum menerbitkan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) untuk fasilitas tersebut.

Terkait tanggung jawab pengelolaan, tim menegaskan bahwa penanggung jawab utama adalah pengelola SPPG selaku penghasil limbah. Sementara DLH dan Dinkes berperan dalam membina, mengawasi, serta memverifikasi ulang setelah perbaikan selesai dilakukan.

"Fasilitas pengolahan limbah di SPPG ini masih memerlukan penyempurnaan agar limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur dapat diolah sesuai standar lingkungan hidup dan tidak mengganggu kesehatan lingkungan sekitar," jelas tim.

Sebagai tindak lanjut, DLHK akan melakukan pembinaan lanjutan dan memberikan rekomendasi teknis kepada pengelola untuk segera melakukan perbaikan terhadap sistem pengelolaan limbah. Pengelola juga dinilai masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam pengoperasian IPAL dan pengelolaan sampah sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

Dinkes dan DLHK berharap temuan ini menjadi pelajaran dan perhatian bagi SPPG lainnya, agar pengelolaan air limbah maupun sampah dapat dilakukan dengan baik sejak awal operasional.

Tidak ada komentar