Breaking News

Produksi Jeruk Nipis Buket Linteung Anjlok, Harga di Pasar Meroket



ACEH UTARA | NAYADUA – Banjir besar
yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa waktu lalu menyisakan dampak ekonomi yang berat bagi para petani. Desa Buket Linteung di Kecamatan Langkahan, yang selama ini tersohor sebagai salah satu sentra penghasil jeruk nipis terbesar di Sumatera, kini harus menghadapi kenyataan pahit akibat penurunan produksi yang drastis.

Lahan Produktif Menyusut 75 Persen

Geuchik Buket Linteung, Mansur, mengungkapkan bahwa kerusakan lahan pertanian di wilayahnya sangat masif. Dari total luas kebun jeruk nipis yang sebelumnya mencapai 400 hektare, kini hanya tersisa sekitar 100 hektare lahan produktif yang masih bisa bertahan.

“Banyak tanaman yang mati akibat terendam banjir. Sekarang tinggal sebagian kecil saja yang masih bisa dipanen,” tutur Mansur, Selasa (14/4/2026).


Harga di Pasar Melambung Tinggi

Kelangkaan stok dari produsen lokal ini langsung memicu lonjakan harga yang signifikan di tingkat konsumen. Berdasarkan pantauan, harga jeruk nipis di pasaran telah mengalami kenaikan lebih dari 100%.

IndikatorHarga SebelumnyaHarga Saat Ini
Harga per KilogramRp8.000Rp20.000
KetersediaanMelimpah (Lokal)Terbatas (Pasokan Luar Daerah)

Kondisi ini memaksa para pedagang di Pasar Panton Labu untuk mengambil pasokan dari luar daerah, seperti Medan, Sumatera Utara, demi memenuhi permintaan pembeli.

Desakan Pemulihan Ekonomi

Anjloknya produksi jeruk nipis ini tidak hanya memukul pendapatan petani, tetapi juga membebani masyarakat luas sebagai konsumen. Para petani kini sangat mengharapkan adanya intervensi dan bantuan nyata dari pemerintah daerah maupun pusat untuk memulihkan kembali sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi di Kecamatan Langkahan.

Dukungan berupa bibit unggul, sarana pertanian, hingga perbaikan infrastruktur pengairan sangat dibutuhkan agar Buket Linteung dapat kembali menyandang statusnya sebagai lumbung jeruk nipis di masa depan.


Sumber: Pasesatu.com

Redaksi: Nayadua Media Online

Tidak ada komentar